Ciplukan memiliki nama Latin Physalis Peruviana, Linn. Tanaman ciplukan termasuk tanaman liar yang dapat tumbuh dimana saja dan berbuah pada setiap musim. Bunganya berwarna kuning, buahnya bulat, berwarna hijau kuning hingga coklat bila telah tua, rasanya asam sedikit pahit bila masih muda kemudian asam manis, buahnya dilindungi oleh cangkap buah yaitu sejenis kerudung penutup buah. Umur tanaman sekitar 1 tahun dengan tinggi sekitar 1 meter, termasuk tanaman perdu.
Manfaat
1. Diabetes melitus (DM)/Kencing Manis, bahan dan caranya: tanaman ciplukan yang sudah berbuah dicabut seakar-akarnya, bersihkan, layukan setengah hari tanpa sinar matahari, rebus dengan 3 gelas air putih, sisakan 1 gelas, saring, minum 1 X sehari. Hanya untuk 1 X rebusan, setelah itu ganti dengan tanaman baru.
2. Sakit Paru-paru, bahan dan caranya: tanaman ciplukan yang sudah berbuah dicabut seakar-akarnya, bersihkan, rebus dengan 3-5 gelas air putih hingga mendidih, saring, minum 3 X sehari, 1 gelas.
3. Ayan, bahan dan caranya: 8-10 buah ciplukan yang sudah masak, dimakan setiap hari secara rutin.
4. Borok, bahan dan caranya: 1 genggam daun ciplukan ditambah 2 sdm air kapur sirih, ditumbuh hingga halus, tempelkan pada bagian yang sakit.
Komposisi:
Buah ciplukan mengandung senyawa kimia asam sitrun dan fisalin. Selain itu ciplukan juga mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C, dan gula.