Seledri atau Apium Graveolens, Linn. merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Dikembangbiakkan melalui biji maupun anak bonggolnya. Sebagai tanaman sayur, seledri telah dimanfaatkan sejak tahun 1640. Dan sebagai tanaman obat secara ilmiah, seledri baru dimanfaatkan pada tahun 1942.
Manfaat:
1. Hipertensi, bahan dan caranya: daun seledri secukupnya, diperas dengan air masak secukupnya juga, diperas, diminum 2 sdm, 3X sehari. Lakukan secara teratur tanpa berlebihan.
2. Mata kering, bahan dan caranya: 2 tangkai seledri, 2 tangkai bayam, 1 tangkai kemangi, ditumbuk bersamaan, dan seduh dengan 1 gelas air panas dan saring, minum.
3. Reumatik, bahan dan caranya: 1 tangkai seledri digunakan sebagai lalapan saat makan.
Komposisi per 100 gram seledri: 200 kalori; protein 1 gram; lemak 0,1 gram; hidrat arang 4,6 gram; kalsium 50 mg; fosfor 40 mg; besi 1 mg; vitamin A 130 SI; Vitamin B1 0,03 mg; vitamin C 11 mg. 63 % dapat dimakan, daunnya banyak mengandung apiin, dan substansi diuretik yang bermanfaat menambah jumlah air seni.